Memahami tanah dan perilakunya
Diposting tanggal: 28 April 2013

Mengetahui tipe dan karakter tanah adalah bagian pertama yang harus diketahui sebelum membangun konstruksi tertentu. Setiap konstruksi sipil akan bertumpu pada tanah. Inilah pekerjaan pertama yang sangat berpengaruh terhadap kelangsungan dan kekuatan konstruksi, selama umur  konstruksi yang diinginkan.  

Tanah adalah bahan organik dan anorganik, yang terdapat pada permukaan bumi, yang terdiri dari komponen padat, air dan gas. Analisis tanah merupakan bagian terpadu kegiatan analisis desain dan konstruksi. Tanah digunakan sebagai dasar pondasi dalam keadaan alaminya yang belum terganggu dan digunakan sebagai bahan konstruksi dan urugan pada tempat barunya.

Perilaku tanah sangat berbeda bergantung situasinya. Banyak kegagalan konstruksi bermula dari diabaikannya kondisi bawah-tanah, atau pada ketidakpastian dalam memprakirakan perilaku tanah. Insinyur seyogianya menaruh perhatian pada pemahaman akan apa yang terletak di bawah permukaan tanah dan   sifatnya. Sifat-sifat tanah  yang perlu diperhatikan dalam hal ini adalah kekuatan, konsolidasi, kestabilan, permeabilitas serta sifat-sifat fisis seperti distribusi ukuran-butiran, kadar air, keplastisan, dan juga daya korosinya.

Insinyur yang terlibat dalam pengerjaan tanah harus akrab dengan sejumlah isu tanah yang akan dihadapi pada waktu merencanakan, mendesain, dan mengubah penggunaan lahan. Pengetahuan tentang lapisan tanah bawah (sub soil) dan karakteristik fisisnya akan membantu insinyur ketika merencanakan pembentukan muka-tanah, struktur pengelolaan air hujan, tanah-bawah untuk jalan dan pelataran parkir, struktur penahan, dan tentu saja pondasi untuk semua jenis konstruksi.

ILWI membantu anda dalam merencanakan ToR (term of reference) penelitian tanah, mengawasi dan menginterpretasikan hasil penelitian tanah.