Optimalisasi desain geoteknik
Diposting tanggal: 28 April 2013

Seperti sudah menjadi harapan yang baku bahwa suatu konstruksi tidak boleh runtuh/gagal selama menjalankan fungsinya. Namun adalah suatu hal yang tidak mungkin untuk membuat konstruksi yang sama sekali tidak mungkin runtuh/gagal. Ini dikarenakan kelakukan konstruksi tidak dapat 100 % diperkirakan secara pasti, begitu pula dengan beban yang juga tidak dapat diperkirakan dengan pasti.

Betapapun kecilnya, kemungkinan kegagalan satu konstruksi  dalam memenuhi fungsinya senantiasa ada. Apalagi jika kita pahami bahwa  kelakuan konstruksi teknik tanah lebih sulit diperkirakan dari kelakuan konstruksi beton ataupun baja. Perlu kecermatan dan kehati-hatian dalam membangun konstruksi tanah. 

Dalam mendesain konstruksi teknik tanah pada umumnya dan pondasi pada khususnya,  adalah merupakan bagian dari suatu pembuatan keputusan berdasarkan sejumlah ketidakpastian. Sebagian besar dari hal ini dipengaruhi oleh sifat dan keadaan teknik tanah, karena tanah pada dasarnya   mempunyai  sifat alami yang  sangat bervariasi dari segi lapisan, sifat dan parameternya.

Beban dan reaksi tidaklah dapat diketahui dengan pasti, keakuratan pada metode juga masih kurang. Dan pilihan antara beberapa desain alternatif atau konstruksi prosedur juga terkadang tidak jelas. Dalam setiap tahap, mulai dari perencanaan sampai dengan desain finalnya, keputusan diambil berdasarkan informasi yang tidak sempurna  dan kadang  juga tidak konsisten.

Takut akan risiko itu, sering kali dalam mendesain teknik tanah  dilakukan dengan pendekatan konservatif (baca: mahal) dalam menghadapi ketidakpastian itu. Dilain pihak, kadang kita melihat pengambilan keputusan yang terlalu optimistis (baca: murah) yang mengabaikan sejumlah faktor risiko. Disinilah perlunya pertimbangan akurat dan kecermatan agar penyelesaian  yang diambil bisa benar-benar aman tanpa harus mengeluarkan  biaya yang berlebihan. 

ILWI berupaya untuk memberikan solusi yang optimal.