Hidraulik desain ramah lingkungan
Diposting tanggal: 28 April 2013

Dasar, tebing, dan pesisir merupakan batas antara tanah dan air. Pada beberapa dasawarsa lalu, insinyur hidrolik hanya berminat dalam membentuk batas-batas ini untuk melawan erosi atau untuk menciptakan kemungkinan pemindahan-muatan, tetapi perhatian yang terus tumbuh dalam masyarakat terhadap aspek lingkungan telah membawa pada pendekatan lain.

 

Peralihan antara darat dan air memainkan peran penting di alam dan lansekap.  Kesadaran akan pentingnya hal ini juga harus dipahami  para insinyur hidrolik. Perlindungan yang ramah lingkungan menjadi satu isu di seluruh dunia dan perlindungan fungsi-tunggal telah menjadi ketinggalan zaman.

 

Aspek lingkungan lainnya ialah pemilihan bahan. Untuk mencegah polusi, kita tidak lagi diperbolehkan menggunakan bahan-bahan yang mengandung logam berat atau bahan beracun. Pemilihan bahan juga tergantung pada hukum-hukum yang berlaku di satu kawasan tempat proyek sedang dilaksanakan.

 

Ekologi dan teknik hidrolik tampak berlawanan secara diametral, tetapi tidak harus seperti itu. Pendekatan baru terhadap perlindungan merupakan tantangan untuk para insinyur hidrolik. Sejumlah kondisi batas (boundary condition) baru memasuki bidang desain perlindungan, yang membuatnya lebih menarik.  Penelitian dan perhatian muncul untuk menelaah korelasi antara vegetasi pada beban dan kekuatan. Istilah eko-teknik atau teknik biologi menjadi semakin populer.

 

ILWI mengedepankan harmonisasi antara pengembangan wilayah dan infrastruktur, penerapan teknologi dan perbaikan lingkungan untuk menuju pembangunan yang berkelanjutan.