Senin, 20 Mei 2013 - 15:31:29 WIB
Revitalisasi Sungai di Jakarta Mendesak
Diposting oleh : Administrator
Kategori: - Dibaca: 341914 kali

Kondisi sungai di Jakarta memang sudah semakin parah, disamping kewalahan menerima limpasan air di musim hujan, kini hanya sedikit bagian (segmen) dari sungai yang bisa dijadikan sumber air oleh PAM Jaya. Secara umum peran sungai tak lagi bisa berjalan sebagaimana mestinya.  Oleh warga  Jakarta , fungsi sungai justru diubah  menjadi jamban dan Tempat Pembuangan Akhir (TPA) sampah raksasa.

Kebiasaan warga inilah menjadi awal mula segala permasalahan berkenaan tak berfungsinya sungai dengan baik. Ditambah lagi  dengan keberanian warga untuk mendirikan rumah dibantaran-bantaran sungai, yang seharusnya menjadi  daerah bebas bangunan. Kondisi ini membuat sungai menjadi kesulitan melaksanakan fungsinya dengan baik.     

Ini bisa dimengerti karena dengan adanya rumah penduduk yang  didirikan secara sembarangan ditepi-tepi sungai, otomatis juga pembangunannnya tidak menuruti aturan yang benar.  Tak heran, jika banyak jamban-jamban warga dibangun langsung di atas kali-kali tersebut. Maksudnya, tentu saja agar  kotoran dari jamban-jamban itu bisa langsung dibuang ke dalam sungai.

Jika hanya satu  dua rumah saja mungkin tak begitu mencemari sungai, tapi kalau sudah sepanjang sungai  warga membangun jamban, maka pencamaran yang diakibatkannya cukup parah. Kotoran sungai akibat tinja diperkirakan mencapai 6 ton per hari. Belum lagi urusan sampah permukaan,  yang dibuang ke sungai jumlahnya  juga cukup tinggi  sekitar 66 ton per hari. Sepanjang 250 kilometer panjang saluran yang ada di DKI Jakarta, hampir seluruhnya mengalami pencemaran semacam ini.

Kondisi ini masih diperparah lagi dengan adanya limbah cair yang dibuang ke aliran sungai, baik itu limbah domestik maupun industri. Permasalahan semacam ini membuat sungai-sungai di Jakarta semakin hari semakin terbebani. Semakin sulit menahan gempuran banjir dan airnya pun semakin tak mungkin untuk diolah sebagai air bersih. Ironisnya  sangking jeleknya kualitas air, banyak sungai yang airnya tak bisa digunakan untuk apapun, termasuk menyiram tanaman atau sekedar untuk menyuci mobil. Ini menunjukan bahwa sungai-sungai di Jakarta tak mampu lagi menopang kehidupan warga ibukota ini.Untuk itu perlu ada pembenahan terhadap sungai-sungai di Jakarta  secara mendasar.




    0 Komentar :


    Isi Komentar :
    Nama :
    Website :
    Komentar
     
     (Masukkan 6 kode diatas)